ai-agents-for-beginners

Desain Multi-Agen

(Klik gambar di atas untuk menonton video pelajaran ini)

Metakognisi dalam Agen AI

Pendahuluan

Selamat datang di pelajaran tentang metakognisi dalam agen AI! Bab ini dirancang untuk pemula yang penasaran tentang bagaimana agen AI dapat berpikir tentang proses berpikir mereka sendiri. Pada akhir pelajaran ini, Anda akan memahami konsep kunci dan dilengkapi dengan contoh praktis untuk menerapkan metakognisi dalam desain agen AI.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan pelajaran ini, Anda akan dapat:

  1. Memahami implikasi dari loop penalaran dalam definisi agen.
  2. Menggunakan teknik perencanaan dan evaluasi untuk membantu agen yang dapat mengoreksi diri.
  3. Membuat agen Anda sendiri yang mampu memanipulasi kode untuk menyelesaikan tugas.

Pengenalan Metakognisi

Metakognisi merujuk pada proses kognitif tingkat tinggi yang melibatkan berpikir tentang proses berpikir seseorang sendiri. Untuk agen AI, ini berarti mampu mengevaluasi dan menyesuaikan tindakan mereka berdasarkan kesadaran diri dan pengalaman masa lalu. Metakognisi, atau “berpikir tentang berpikir,” adalah konsep penting dalam pengembangan sistem AI agentik. Ini melibatkan sistem AI yang sadar akan proses internal mereka sendiri dan mampu memantau, mengatur, dan menyesuaikan perilaku mereka sesuai kebutuhan. Sama seperti yang kita lakukan ketika membaca suasana atau melihat sebuah masalah. Kesadaran diri ini dapat membantu sistem AI membuat keputusan yang lebih baik, mengidentifikasi kesalahan, dan meningkatkan kinerjanya dari waktu ke waktu—kembali lagi ke tes Turing dan perdebatan apakah AI akan mengambil alih.

Dalam konteks sistem AI agentik, metakognisi dapat membantu mengatasi beberapa tantangan, seperti:

Apa itu Metakognisi?

Metakognisi, atau “berpikir tentang berpikir,” adalah proses kognitif tingkat tinggi yang melibatkan kesadaran diri dan pengaturan diri terhadap proses kognitif seseorang. Dalam ranah AI, metakognisi memberdayakan agen untuk mengevaluasi dan menyesuaikan strategi serta tindakan mereka, yang mengarah pada kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan memahami metakognisi, Anda dapat merancang agen AI yang tidak hanya lebih cerdas tetapi juga lebih adaptif dan efisien. Dalam metakognisi sejati, Anda akan melihat AI secara eksplisit bernalar tentang penalarannya sendiri.

Contoh: “Saya mengutamakan penerbangan yang lebih murah karena… saya mungkin melewatkan penerbangan langsung, jadi saya akan memeriksa ulang.” Melacak bagaimana atau mengapa memilih rute tertentu.

Pentingnya Metakognisi dalam Agen AI

Metakognisi memainkan peran penting dalam desain agen AI karena beberapa alasan:

Pentingnya Metakognisi

Komponen dari Agen AI

Sebelum menyelami proses metakognitif, penting untuk memahami komponen dasar dari agen AI. Agen AI biasanya terdiri dari:

Komponen-komponen ini bekerja sama untuk menciptakan “unit keahlian” yang dapat melakukan tugas-tugas spesifik.

Contoh: Pertimbangkan agen perjalanan, layanan agen yang tidak hanya merencanakan liburan Anda tetapi juga menyesuaikan jalurnya berdasarkan data real-time dan pengalaman perjalanan pelanggan sebelumnya.

Contoh: Metakognisi dalam Layanan Agen Perjalanan

Bayangkan Anda merancang layanan agen perjalanan yang didukung oleh AI. Agen ini, “Agen Perjalanan,” membantu pengguna merencanakan liburan mereka. Untuk memasukkan metakognisi, Agen Perjalanan perlu mengevaluasi dan menyesuaikan tindakannya berdasarkan kesadaran diri dan pengalaman masa lalu. Berikut bagaimana metakognisi dapat berperan:

Tugas Saat Ini

Tugas saat ini adalah membantu pengguna merencanakan perjalanan ke Paris.

Langkah-Langkah Menyelesaikan Tugas

  1. Mengumpulkan Preferensi Pengguna: Tanyakan kepada pengguna tentang tanggal perjalanan, anggaran, minat (misalnya, museum, kuliner, berbelanja), dan kebutuhan khusus.
  2. Mengambil Informasi: Cari opsi penerbangan, akomodasi, atraksi, dan restoran yang sesuai dengan preferensi pengguna.
  3. Membuat Rekomendasi: Berikan itinerary personal dengan detail penerbangan, reservasi hotel, dan aktivitas yang disarankan.
  4. Menyesuaikan Berdasarkan Umpan Balik: Minta umpan balik pengguna tentang rekomendasi dan buat penyesuaian yang diperlukan.

Sumber Daya yang Dibutuhkan

Pengalaman dan Refleksi Diri

Agen Perjalanan menggunakan metakognisi untuk mengevaluasi kinerjanya dan belajar dari pengalaman masa lalu. Misalnya:

  1. Menganalisis Umpan Balik Pengguna: Agen Perjalanan meninjau umpan balik untuk menentukan rekomendasi mana yang disukai dan tidak disukai. Ia menyesuaikan saran masa depannya.
  2. Adaptabilitas: Jika pengguna sebelumnya menyebutkan ketidaksukaan terhadap tempat yang ramai, Agen Perjalanan akan menghindari merekomendasikan tempat wisata populer saat jam sibuk di masa mendatang.
  3. Koreksi Kesalahan: Jika Agen Perjalanan melakukan kesalahan pada pemesanan sebelumnya, seperti menyarankan hotel yang sudah penuh, ia belajar untuk memeriksa ketersediaan lebih teliti sebelum memberikan rekomendasi.

Contoh Praktis untuk Pengembang

Berikut contoh sederhana bagaimana kode Agen Perjalanan mungkin terlihat saat mengintegrasikan metakognisi:

class Travel_Agent:
    def __init__(self):
        self.user_preferences = {}
        self.experience_data = []

    def gather_preferences(self, preferences):
        self.user_preferences = preferences

    def retrieve_information(self):
        # Cari penerbangan, hotel, dan atraksi berdasarkan preferensi
        flights = search_flights(self.user_preferences)
        hotels = search_hotels(self.user_preferences)
        attractions = search_attractions(self.user_preferences)
        return flights, hotels, attractions

    def generate_recommendations(self):
        flights, hotels, attractions = self.retrieve_information()
        itinerary = create_itinerary(flights, hotels, attractions)
        return itinerary

    def adjust_based_on_feedback(self, feedback):
        self.experience_data.append(feedback)
        # Analisis umpan balik dan sesuaikan rekomendasi masa depan
        self.user_preferences = adjust_preferences(self.user_preferences, feedback)

# Contoh penggunaan
travel_agent = Travel_Agent()
preferences = {
    "destination": "Paris",
    "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
    "budget": "moderate",
    "interests": ["museums", "cuisine"]
}
travel_agent.gather_preferences(preferences)
itinerary = travel_agent.generate_recommendations()
print("Suggested Itinerary:", itinerary)
feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
travel_agent.adjust_based_on_feedback(feedback)

Mengapa Metakognisi Penting

Dengan memasukkan metakognisi, Agen Perjalanan dapat memberikan rekomendasi perjalanan yang lebih personal dan akurat, meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.


2. Perencanaan dalam Agen

Perencanaan adalah komponen penting dari perilaku agen AI. Ini melibatkan merinci langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan, dengan mempertimbangkan kondisi saat ini, sumber daya, dan kemungkinan hambatan.

Elemen Perencanaan

Contoh: Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil Agen Perjalanan untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan mereka secara efektif:

Langkah untuk Agen Perjalanan

  1. Kumpulkan Preferensi Pengguna
    • Tanyakan kepada pengguna detail tentang tanggal perjalanan, anggaran, minat, dan kebutuhan khusus mereka.
    • Contoh: “Kapan Anda merencanakan untuk bepergian?” “Berapa kisaran anggaran Anda?” “Aktivitas apa yang Anda nikmati saat liburan?”
  2. Ambil Informasi
    • Cari opsi perjalanan yang relevan berdasarkan preferensi pengguna.
    • Penerbangan: Cari penerbangan yang tersedia sesuai anggaran dan tanggal perjalanan yang diinginkan pengguna.
    • Akomodasi: Temukan hotel atau properti sewaan yang cocok dengan preferensi pengguna untuk lokasi, harga, dan fasilitas.
    • Atraksi dan Restoran: Identifikasi atraksi populer, kegiatan, dan pilihan tempat makan yang sesuai dengan minat pengguna.
  3. Buat Rekomendasi
    • Susun informasi yang diambil menjadi rencana perjalanan yang dipersonalisasi.
    • Berikan detail seperti opsi penerbangan, reservasi hotel, dan aktivitas yang disarankan, pastikan rekomendasi sesuai dengan preferensi pengguna.
  4. Sajikan Rencana Perjalanan ke Pengguna
    • Bagikan rencana perjalanan yang diusulkan kepada pengguna untuk ditinjau.
    • Contoh: “Berikut adalah rencana perjalanan yang disarankan untuk perjalanan Anda ke Paris. Ini mencakup detail penerbangan, pemesanan hotel, dan daftar aktivitas serta restoran yang direkomendasikan. Beri tahu saya pendapat Anda!”
  5. Kumpulkan Umpan Balik
    • Minta pengguna memberikan umpan balik tentang rencana perjalanan yang diusulkan.
    • Contoh: “Apakah Anda suka opsi penerbangan ini?” “Apakah hotel ini sesuai dengan kebutuhan Anda?” “Adakah aktivitas yang ingin Anda tambahkan atau hapus?”
  6. Sesuaikan Berdasarkan Umpan Balik
    • Modifikasi rencana perjalanan berdasarkan umpan balik pengguna.
    • Lakukan perubahan yang diperlukan pada rekomendasi penerbangan, akomodasi, dan aktivitas agar lebih sesuai dengan preferensi pengguna.
  7. Konfirmasi Akhir
    • Sajikan rencana perjalanan yang telah diperbarui kepada pengguna untuk konfirmasi akhir.
    • Contoh: “Saya telah melakukan penyesuaian berdasarkan umpan balik Anda. Berikut adalah rencana perjalanan terbaru. Apakah semuanya terlihat baik bagi Anda?”
  8. Pesan dan Konfirmasi Reservasi
    • Setelah pengguna menyetujui rencana perjalanan, lanjutkan dengan pemesanan penerbangan, akomodasi, dan aktivitas yang sudah direncanakan.
    • Kirimkan rincian konfirmasi kepada pengguna.
  9. Berikan Dukungan Berkelanjutan
    • Tetap tersedia untuk membantu pengguna dengan perubahan atau permintaan tambahan sebelum dan selama perjalanan mereka.
    • Contoh: “Jika Anda membutuhkan bantuan lebih lanjut selama perjalanan, jangan ragu untuk menghubungi saya kapan saja!”

Contoh Interaksi

class Travel_Agent:
    def __init__(self):
        self.user_preferences = {}
        self.experience_data = []

    def gather_preferences(self, preferences):
        self.user_preferences = preferences

    def retrieve_information(self):
        flights = search_flights(self.user_preferences)
        hotels = search_hotels(self.user_preferences)
        attractions = search_attractions(self.user_preferences)
        return flights, hotels, attractions

    def generate_recommendations(self):
        flights, hotels, attractions = self.retrieve_information()
        itinerary = create_itinerary(flights, hotels, attractions)
        return itinerary

    def adjust_based_on_feedback(self, feedback):
        self.experience_data.append(feedback)
        self.user_preferences = adjust_preferences(self.user_preferences, feedback)

# Contoh penggunaan dalam permintaan booing
travel_agent = Travel_Agent()
preferences = {
    "destination": "Paris",
    "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
    "budget": "moderate",
    "interests": ["museums", "cuisine"]
}
travel_agent.gather_preferences(preferences)
itinerary = travel_agent.generate_recommendations()
print("Suggested Itinerary:", itinerary)
feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
travel_agent.adjust_based_on_feedback(feedback)

3. Sistem RAG Korektif

Pertama-tama mari kita mulai dengan memahami perbedaan antara Alat RAG dan Memuat Konteks Pre-emptif

RAG vs Context Loading

Retrieval-Augmented Generation (RAG)

RAG menggabungkan sistem pengambilan dengan model generatif. Ketika sebuah query dibuat, sistem pengambilan mengambil dokumen atau data relevan dari sumber eksternal, dan informasi yang diambil ini digunakan untuk memperkaya input ke model generatif. Ini membantu model menghasilkan respons yang lebih akurat dan sesuai konteks.

Dalam sistem RAG, agen mengambil informasi relevan dari basis pengetahuan dan menggunakannya untuk menghasilkan respons atau tindakan yang sesuai.

Pendekatan RAG Korektif

Pendekatan RAG Korektif berfokus pada penggunaan teknik RAG untuk memperbaiki kesalahan dan meningkatkan akurasi agen AI. Ini melibatkan:

  1. Teknik Prompting: Menggunakan prompt spesifik untuk membimbing agen dalam mengambil informasi yang relevan.
  2. Alat: Menerapkan algoritma dan mekanisme yang memungkinkan agen mengevaluasi relevansi informasi yang diambil dan menghasilkan respons yang akurat.
  3. Evaluasi: Secara terus-menerus menilai kinerja agen dan melakukan penyesuaian untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi.

Contoh: RAG Korektif dalam Agen Pencari

Pertimbangkan agen pencari yang mengambil informasi dari web untuk menjawab pertanyaan pengguna. Pendekatan RAG Korektif mungkin melibatkan:

  1. Teknik Prompting: Merumuskan kueri pencarian berdasarkan input pengguna.
  2. Alat: Menggunakan pemrosesan bahasa alami dan algoritma pembelajaran mesin untuk mengurutkan dan menyaring hasil pencarian.
  3. Evaluasi: Menganalisis umpan balik pengguna untuk mengidentifikasi dan memperbaiki ketidakakuratan dalam informasi yang diambil.

RAG Korektif dalam Agen Perjalanan

RAG Korektif (Retrieval-Augmented Generation) meningkatkan kemampuan AI untuk mengambil dan menghasilkan informasi sekaligus memperbaiki ketidakakuratan. Mari kita lihat bagaimana Agen Perjalanan dapat menggunakan pendekatan RAG Korektif untuk memberikan rekomendasi perjalanan yang lebih akurat dan relevan.

Ini melibatkan:

Langkah-langkah Implementasi RAG Korektif di Agen Perjalanan

  1. Interaksi Awal dengan Pengguna
    • Agen Perjalanan mengumpulkan preferensi awal dari pengguna, seperti destinasi, tanggal perjalanan, anggaran, dan minat.
    • Contoh:

      preferences = {
          "destination": "Paris",
          "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
          "budget": "moderate",
          "interests": ["museums", "cuisine"]
      }
      
  2. Pengambilan Informasi
    • Agen Perjalanan mengambil informasi tentang penerbangan, akomodasi, atraksi, dan restoran berdasarkan preferensi pengguna.
    • Contoh:

      flights = search_flights(preferences)
      hotels = search_hotels(preferences)
      attractions = search_attractions(preferences)
      
  3. Membuat Rekomendasi Awal
    • Agen Perjalanan menggunakan informasi yang diambil untuk membuat rencana perjalanan yang dipersonalisasi.
    • Contoh:

      itinerary = create_itinerary(flights, hotels, attractions)
      print("Suggested Itinerary:", itinerary)
      
  4. Mengumpulkan Umpan Balik Pengguna
    • Agen Perjalanan meminta umpan balik dari pengguna mengenai rekomendasi awal.
    • Contoh:

      feedback = {
          "liked": ["Louvre Museum"],
          "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]
      }
      
  5. Proses RAG Korektif
    • Teknik Prompting: Agen Perjalanan merumuskan kueri pencarian baru berdasarkan umpan balik pengguna.
      • Contoh:

        if "disliked" in feedback:
            preferences["avoid"] = feedback["disliked"]
        
    • Alat: Agen Perjalanan menggunakan algoritma untuk mengurutkan dan menyaring hasil pencarian baru, menekankan relevansi berdasarkan umpan balik pengguna.
      • Contoh:

        new_attractions = search_attractions(preferences)
        new_itinerary = create_itinerary(flights, hotels, new_attractions)
        print("Updated Itinerary:", new_itinerary)
        
    • Evaluasi: Agen Perjalanan secara terus menerus menilai relevansi dan akurasi rekomendasinya dengan menganalisis umpan balik pengguna dan membuat penyesuaian yang diperlukan.
      • Contoh:

        def adjust_preferences(preferences, feedback):
            if "liked" in feedback:
                preferences["favorites"] = feedback["liked"]
            if "disliked" in feedback:
                preferences["avoid"] = feedback["disliked"]
            return preferences
        
        preferences = adjust_preferences(preferences, feedback)
        

Contoh Praktis

Berikut contoh kode Python sederhana yang menggabungkan pendekatan RAG Korektif di Agen Perjalanan:

class Travel_Agent:
    def __init__(self):
        self.user_preferences = {}
        self.experience_data = []

    def gather_preferences(self, preferences):
        self.user_preferences = preferences

    def retrieve_information(self):
        flights = search_flights(self.user_preferences)
        hotels = search_hotels(self.user_preferences)
        attractions = search_attractions(self.user_preferences)
        return flights, hotels, attractions

    def generate_recommendations(self):
        flights, hotels, attractions = self.retrieve_information()
        itinerary = create_itinerary(flights, hotels, attractions)
        return itinerary

    def adjust_based_on_feedback(self, feedback):
        self.experience_data.append(feedback)
        self.user_preferences = adjust_preferences(self.user_preferences, feedback)
        new_itinerary = self.generate_recommendations()
        return new_itinerary

# Contoh penggunaan
travel_agent = Travel_Agent()
preferences = {
    "destination": "Paris",
    "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
    "budget": "moderate",
    "interests": ["museums", "cuisine"]
}
travel_agent.gather_preferences(preferences)
itinerary = travel_agent.generate_recommendations()
print("Suggested Itinerary:", itinerary)
feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
new_itinerary = travel_agent.adjust_based_on_feedback(feedback)
print("Updated Itinerary:", new_itinerary)

Memuat Konteks Pre-emptif

Pre-emptive Context Load melibatkan pemuatan konteks atau informasi latar belakang yang relevan ke dalam model sebelum memproses sebuah kueri. Ini berarti model memiliki akses ke informasi ini sejak awal, yang dapat membantunya menghasilkan respons yang lebih berinformasi tanpa perlu mengambil data tambahan selama proses berlangsung.

Berikut adalah contoh sederhana tentang bagaimana pre-emptive context load mungkin terlihat untuk aplikasi agen perjalanan dalam Python:

class TravelAgent:
    def __init__(self):
        # Muat terlebih dahulu tujuan populer dan informasi mereka
        self.context = {
            "Paris": {"country": "France", "currency": "Euro", "language": "French", "attractions": ["Eiffel Tower", "Louvre Museum"]},
            "Tokyo": {"country": "Japan", "currency": "Yen", "language": "Japanese", "attractions": ["Tokyo Tower", "Shibuya Crossing"]},
            "New York": {"country": "USA", "currency": "Dollar", "language": "English", "attractions": ["Statue of Liberty", "Times Square"]},
            "Sydney": {"country": "Australia", "currency": "Dollar", "language": "English", "attractions": ["Sydney Opera House", "Bondi Beach"]}
        }

    def get_destination_info(self, destination):
        # Ambil informasi tujuan dari konteks yang sudah dimuat sebelumnya
        info = self.context.get(destination)
        if info:
            return f"{destination}:\nCountry: {info['country']}\nCurrency: {info['currency']}\nLanguage: {info['language']}\nAttractions: {', '.join(info['attractions'])}"
        else:
            return f"Sorry, we don't have information on {destination}."

# Contoh penggunaan
travel_agent = TravelAgent()
print(travel_agent.get_destination_info("Paris"))
print(travel_agent.get_destination_info("Tokyo"))

Penjelasan

  1. Inisialisasi (metode __init__): Kelas TravelAgent memuat sebelumnya sebuah kamus yang berisi informasi tentang destinasi populer seperti Paris, Tokyo, New York, dan Sydney. Kamus ini mencakup detail seperti negara, mata uang, bahasa, dan atraksi utama untuk setiap destinasi.

  2. Mengambil Informasi (metode get_destination_info): Ketika pengguna mengajukan pertanyaan tentang destinasi tertentu, metode get_destination_info mengambil informasi relevan dari kamus konteks yang telah dimuat sebelumnya.

Dengan memuat konteks terlebih dahulu, aplikasi agen perjalanan dapat merespon pertanyaan pengguna dengan cepat tanpa harus mengambil informasi ini dari sumber eksternal secara real-time. Ini membuat aplikasi menjadi lebih efisien dan responsif.

Memulai Rencana dengan Tujuan Sebelum Melakukan Iterasi

Memulai sebuah rencana dengan tujuan melibatkan memulai dengan sasaran atau hasil yang jelas dalam pikiran. Dengan mendefinisikan tujuan ini di awal, model dapat menggunakannya sebagai prinsip panduan sepanjang proses iterasi. Ini membantu memastikan bahwa setiap iterasi semakin mendekati pencapaian hasil yang diinginkan, membuat proses lebih efisien dan terfokus.

Berikut adalah contoh bagaimana Anda dapat memulai rencana perjalanan dengan tujuan sebelum melakukan iterasi untuk agen perjalanan dalam Python:

Skenario

Seorang agen perjalanan ingin merencanakan liburan yang disesuaikan untuk seorang klien. Tujuannya adalah membuat itinerary perjalanan yang memaksimalkan kepuasan klien berdasarkan preferensi dan anggarannya.

Langkah-langkah

  1. Definisikan preferensi dan anggaran klien.
  2. Buat rencana awal berdasarkan preferensi tersebut.
  3. Lakukan iterasi untuk menyempurnakan rencana, mengoptimalkan kepuasan klien.

Kode Python

class TravelAgent:
    def __init__(self, destinations):
        self.destinations = destinations

    def bootstrap_plan(self, preferences, budget):
        plan = []
        total_cost = 0

        for destination in self.destinations:
            if total_cost + destination['cost'] <= budget and self.match_preferences(destination, preferences):
                plan.append(destination)
                total_cost += destination['cost']

        return plan

    def match_preferences(self, destination, preferences):
        for key, value in preferences.items():
            if destination.get(key) != value:
                return False
        return True

    def iterate_plan(self, plan, preferences, budget):
        for i in range(len(plan)):
            for destination in self.destinations:
                if destination not in plan and self.match_preferences(destination, preferences) and self.calculate_cost(plan, destination) <= budget:
                    plan[i] = destination
                    break
        return plan

    def calculate_cost(self, plan, new_destination):
        return sum(destination['cost'] for destination in plan) + new_destination['cost']

# Contoh penggunaan
destinations = [
    {"name": "Paris", "cost": 1000, "activity": "sightseeing"},
    {"name": "Tokyo", "cost": 1200, "activity": "shopping"},
    {"name": "New York", "cost": 900, "activity": "sightseeing"},
    {"name": "Sydney", "cost": 1100, "activity": "beach"},
]

preferences = {"activity": "sightseeing"}
budget = 2000

travel_agent = TravelAgent(destinations)
initial_plan = travel_agent.bootstrap_plan(preferences, budget)
print("Initial Plan:", initial_plan)

refined_plan = travel_agent.iterate_plan(initial_plan, preferences, budget)
print("Refined Plan:", refined_plan)

Penjelasan Kode

  1. Inisialisasi (metode __init__): Kelas TravelAgent diinisialisasi dengan daftar destinasi potensial, masing-masing memiliki atribut seperti nama, biaya, dan jenis aktivitas.

  2. Memulai Rencana (metode bootstrap_plan): Metode ini membuat rencana perjalanan awal berdasarkan preferensi dan anggaran klien. Ia melakukan iterasi melalui daftar destinasi dan menambahkannya ke rencana jika cocok dengan preferensi klien dan sesuai dengan anggaran.

  3. Mencocokkan Preferensi (metode match_preferences): Metode ini memeriksa apakah sebuah destinasi cocok dengan preferensi klien.

  4. Mengiterasi Rencana (metode iterate_plan): Metode ini menyempurnakan rencana awal dengan mencoba mengganti setiap destinasi dalam rencana dengan pilihan yang lebih cocok, mempertimbangkan preferensi dan batasan anggaran klien.

  5. Menghitung Biaya (metode calculate_cost): Metode ini menghitung total biaya dari rencana saat ini, termasuk kemungkinan destinasi baru.

Contoh Penggunaan

Dengan memulai rencana dengan tujuan yang jelas (misalnya, memaksimalkan kepuasan klien) dan melakukan iterasi untuk menyempurnakan rencana, agen perjalanan dapat membuat itinerary yang disesuaikan dan dioptimalkan untuk klien. Pendekatan ini memastikan bahwa rencana perjalanan selaras dengan preferensi dan anggaran klien sejak awal dan membaik pada setiap iterasi.

Memanfaatkan LLM untuk Re-ranking dan Scoring

Large Language Models (LLM) dapat digunakan untuk re-ranking dan penilaian dengan mengevaluasi relevansi dan kualitas dokumen yang diambil atau respons yang dihasilkan. Berikut cara kerjanya:

Pengambilan: Langkah pengambilan awal mengambil sekumpulan dokumen atau respons kandidat berdasarkan kueri.

Re-ranking: LLM menilai kandidat-kandidat ini dan mengurutkannya kembali berdasarkan relevansi dan kualitas mereka. Langkah ini memastikan bahwa informasi yang paling relevan dan berkualitas tinggi disajikan terlebih dahulu.

Penilaian: LLM memberikan skor pada setiap kandidat, mencerminkan relevansi dan kualitasnya. Ini membantu dalam memilih respons atau dokumen terbaik untuk pengguna.

Dengan memanfaatkan LLM untuk re-ranking dan penilaian, sistem dapat menyediakan informasi yang lebih akurat dan relevan secara kontekstual, meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Berikut contoh bagaimana seorang agen perjalanan mungkin menggunakan Large Language Model (LLM) untuk re-ranking dan penilaian destinasi perjalanan berdasarkan preferensi pengguna dalam Python:

Skenario - Perjalanan berdasarkan Preferensi

Seorang agen perjalanan ingin merekomendasikan destinasi perjalanan terbaik kepada seorang klien berdasarkan preferensi mereka. LLM akan membantu melakukan re-ranking dan penilaian destinasi untuk memastikan opsi yang paling relevan disajikan.

Langkah-langkah:

  1. Kumpulkan preferensi pengguna.
  2. Ambil daftar destinasi perjalanan potensial.
  3. Gunakan LLM untuk melakukan re-ranking dan penilaian destinasi berdasarkan preferensi pengguna.

Berikut cara Anda memperbarui contoh sebelumnya untuk menggunakan Azure OpenAI Services:

Persyaratan

  1. Anda harus memiliki langganan Azure.
  2. Buat sumber daya Azure OpenAI dan dapatkan kunci API Anda.

Contoh Kode Python

import requests
import json

class TravelAgent:
    def __init__(self, destinations):
        self.destinations = destinations

    def get_recommendations(self, preferences, api_key, endpoint):
        # Hasilkan sebuah prompt untuk Azure OpenAI
        prompt = self.generate_prompt(preferences)
        
        # Tentukan headers dan payload untuk permintaan
        headers = {
            'Content-Type': 'application/json',
            'Authorization': f'Bearer {api_key}'
        }
        payload = {
            "prompt": prompt,
            "max_tokens": 150,
            "temperature": 0.7
        }
        
        # Panggil API Azure OpenAI untuk mendapatkan tujuan yang sudah diurutkan ulang dan diberi skor
        response = requests.post(endpoint, headers=headers, json=payload)
        response_data = response.json()
        
        # Ekstrak dan kembalikan rekomendasi
        recommendations = response_data['choices'][0]['text'].strip().split('\n')
        return recommendations

    def generate_prompt(self, preferences):
        prompt = "Here are the travel destinations ranked and scored based on the following user preferences:\n"
        for key, value in preferences.items():
            prompt += f"{key}: {value}\n"
        prompt += "\nDestinations:\n"
        for destination in self.destinations:
            prompt += f"- {destination['name']}: {destination['description']}\n"
        return prompt

# Contoh penggunaan
destinations = [
    {"name": "Paris", "description": "City of lights, known for its art, fashion, and culture."},
    {"name": "Tokyo", "description": "Vibrant city, famous for its modernity and traditional temples."},
    {"name": "New York", "description": "The city that never sleeps, with iconic landmarks and diverse culture."},
    {"name": "Sydney", "description": "Beautiful harbour city, known for its opera house and stunning beaches."},
]

preferences = {"activity": "sightseeing", "culture": "diverse"}
api_key = 'your_azure_openai_api_key'
endpoint = 'https://your-endpoint.com/openai/deployments/your-deployment-name/completions?api-version=2022-12-01'

travel_agent = TravelAgent(destinations)
recommendations = travel_agent.get_recommendations(preferences, api_key, endpoint)
print("Recommended Destinations:")
for rec in recommendations:
    print(rec)

Penjelasan Kode - Preference Booker

  1. Inisialisasi: Kelas TravelAgent diinisialisasi dengan daftar destinasi perjalanan potensial, masing-masing memiliki atribut seperti nama dan deskripsi.

  2. Mendapatkan Rekomendasi (metode get_recommendations): Metode ini menghasilkan prompt untuk layanan Azure OpenAI berdasarkan preferensi pengguna dan membuat permintaan HTTP POST ke API Azure OpenAI untuk mendapatkan destinasi yang telah di re-ranking dan dinilai.

  3. Membuat Prompt (metode generate_prompt): Metode ini membangun prompt untuk Azure OpenAI, termasuk preferensi pengguna dan daftar destinasi. Prompt ini mengarahkan model untuk melakukan re-ranking dan penilaian destinasi berdasarkan preferensi yang diberikan.

  4. Panggilan API: Library requests digunakan untuk membuat permintaan HTTP POST ke endpoint Azure OpenAI API. Respons berisi destinasi yang telah di re-ranking dan dinilai.

  5. Contoh Penggunaan: Agen perjalanan mengumpulkan preferensi pengguna (misalnya, minat pada wisata dan budaya yang beragam) dan menggunakan layanan Azure OpenAI untuk mendapatkan rekomendasi destinasi perjalanan yang di re-ranking dan dinilai.

Pastikan untuk mengganti your_azure_openai_api_key dengan kunci API Azure OpenAI Anda yang sebenarnya dan https://your-endpoint.com/... dengan URL endpoint aktual dari deployment Azure OpenAI Anda.

Dengan memanfaatkan LLM untuk re-ranking dan penilaian, agen perjalanan dapat memberikan rekomendasi perjalanan yang lebih personal dan relevan kepada klien, meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan.

RAG: Teknik Prompting vs Alat

Retrieval-Augmented Generation (RAG) bisa menjadi teknik prompting sekaligus alat dalam pengembangan agen AI. Memahami perbedaan keduanya dapat membantu Anda memanfaatkan RAG dengan lebih efektif dalam proyek Anda.

RAG sebagai Teknik Prompting

Apa itu?

Cara kerjanya:

  1. Membuat Prompt: Buat prompt atau kueri yang terstruktur dengan baik berdasarkan tugas yang dihadapi atau input pengguna.
  2. Mengambil Informasi: Gunakan prompt untuk mencari data relevan dari basis pengetahuan atau dataset yang sudah ada.
  3. Menghasilkan Respons: Gabungkan informasi yang diambil dengan model AI generatif untuk menghasilkan respons yang komprehensif dan koheren.

Contoh pada Agen Perjalanan:

RAG sebagai Alat

Apa itu?

Cara kerjanya:

  1. Integrasi: Tanamkan RAG dalam arsitektur agen AI, memungkinkan proses pengambilan dan generasi dilakukan secara otomatis.
  2. Otomatisasi: Alat ini mengelola seluruh proses, dari menerima input pengguna hingga menghasilkan respons akhir, tanpa memerlukan prompt eksplisit di tiap langkah.
  3. Efisiensi: Meningkatkan kinerja agen dengan menyederhanakan proses pengambilan dan generasi, memungkinkan respons yang lebih cepat dan akurat.

Contoh pada Agen Perjalanan:

Perbandingan

Aspek Teknik Prompting Alat
Manual vs Otomatis Merumuskan prompt secara manual untuk tiap kueri. Proses otomatis untuk pengambilan dan generasi.
Kontrol Memberi kontrol lebih terhadap proses pengambilan. Menyederhanakan dan mengotomasi pengambilan dan generasi.
Fleksibilitas Memungkinkan prompt disesuaikan berdasarkan kebutuhan spesifik. Lebih efisien untuk implementasi berskala besar.
Kompleksitas Membutuhkan penyusunan dan penyesuaian prompt. Lebih mudah diintegrasikan dalam arsitektur agen AI.

Contoh Praktis

Contoh Teknik Prompting:

def search_museums_in_paris():
    prompt = "Find top museums in Paris"
    search_results = search_web(prompt)
    return search_results

museums = search_museums_in_paris()
print("Top Museums in Paris:", museums)

Contoh Alat:

class Travel_Agent:
    def __init__(self):
        self.rag_tool = RAGTool()

    def get_museums_in_paris(self):
        user_input = "I want to visit museums in Paris."
        response = self.rag_tool.retrieve_and_generate(user_input)
        return response

travel_agent = Travel_Agent()
museums = travel_agent.get_museums_in_paris()
print("Top Museums in Paris:", museums)

Mengevaluasi Relevansi

Mengevaluasi relevansi adalah aspek krusial dalam kinerja agen AI. Ini memastikan bahwa informasi yang diambil dan dihasilkan oleh agen sesuai, akurat, dan berguna bagi pengguna. Mari kita jelajahi bagaimana mengevaluasi relevansi dalam agen AI, termasuk contoh praktis dan teknik.

Konsep Kunci dalam Mengevaluasi Relevansi

  1. Kesadaran Konteks:
    • Agen harus memahami konteks kueri pengguna untuk mengambil dan menghasilkan informasi yang relevan.
    • Contoh: Jika pengguna menanyakan “restoran terbaik di Paris,” agen harus mempertimbangkan preferensi pengguna, seperti jenis masakan dan anggaran.
  2. Akurasi:
    • Informasi yang diberikan oleh agen harus benar secara faktual dan terbaru.
    • Contoh: Merekomendasikan restoran yang saat ini buka dengan ulasan baik daripada opsi yang usang atau sudah tutup.
  3. Niat Pengguna:
    • Agen harus memahami niat pengguna di balik kueri untuk memberikan informasi yang paling relevan.
    • Contoh: Jika pengguna menanyakan “hotel ramah anggaran,” agen harus memprioritaskan opsi yang terjangkau.
  4. Siklus Umpan Balik:
    • Mengumpulkan dan menganalisis umpan balik pengguna secara berkelanjutan membantu agen menyempurnakan proses evaluasi relevansi.
    • Contoh: Menggabungkan rating dan umpan balik pengguna pada rekomendasi sebelumnya untuk meningkatkan respons di masa depan.

Teknik Praktis untuk Mengevaluasi Relevansi

  1. Skor Relevansi:
    • Berikan skor relevansi untuk tiap item yang diambil berdasarkan seberapa cocok dengan kueri dan preferensi pengguna.
    • Contoh:

      def relevance_score(item, query):
          score = 0
          if item['category'] in query['interests']:
              score += 1
          if item['price'] <= query['budget']:
              score += 1
          if item['location'] == query['destination']:
              score += 1
          return score
      
  2. Penyaringan dan Pengurutan:
    • Saring item yang tidak relevan dan urutkan sisanya berdasarkan skor relevansinya.
    • Contoh:

      def filter_and_rank(items, query):
          ranked_items = sorted(items, key=lambda item: relevance_score(item, query), reverse=True)
          return ranked_items[:10]  # Mengembalikan 10 item relevan teratas
      
  3. Pemrosesan Bahasa Alami (NLP):
    • Gunakan teknik NLP untuk memahami kueri pengguna dan mengambil informasi relevan.
    • Contoh:

      def process_query(query):
          # Gunakan NLP untuk mengekstrak informasi kunci dari pertanyaan pengguna
          processed_query = nlp(query)
          return processed_query
      
  4. Integrasi Umpan Balik Pengguna:
    • Kumpulkan umpan balik pengguna tentang rekomendasi yang diberikan dan gunakan untuk menyesuaikan evaluasi relevansi di masa depan.
    • Contoh:

      def adjust_based_on_feedback(feedback, items):
          for item in items:
              if item['name'] in feedback['liked']:
                  item['relevance'] += 1
              if item['name'] in feedback['disliked']:
                  item['relevance'] -= 1
          return items
      

Contoh: Mengevaluasi Relevansi di Agen Perjalanan

Berikut contoh praktis bagaimana Agen Perjalanan dapat mengevaluasi relevansi rekomendasi perjalanan:

class Travel_Agent:
    def __init__(self):
        self.user_preferences = {}
        self.experience_data = []

    def gather_preferences(self, preferences):
        self.user_preferences = preferences

    def retrieve_information(self):
        flights = search_flights(self.user_preferences)
        hotels = search_hotels(self.user_preferences)
        attractions = search_attractions(self.user_preferences)
        return flights, hotels, attractions

    def generate_recommendations(self):
        flights, hotels, attractions = self.retrieve_information()
        ranked_hotels = self.filter_and_rank(hotels, self.user_preferences)
        itinerary = create_itinerary(flights, ranked_hotels, attractions)
        return itinerary

    def filter_and_rank(self, items, query):
        ranked_items = sorted(items, key=lambda item: self.relevance_score(item, query), reverse=True)
        return ranked_items[:10]  # Mengembalikan 10 item relevan teratas

    def relevance_score(self, item, query):
        score = 0
        if item['category'] in query['interests']:
            score += 1
        if item['price'] <= query['budget']:
            score += 1
        if item['location'] == query['destination']:
            score += 1
        return score

    def adjust_based_on_feedback(self, feedback, items):
        for item in items:
            if item['name'] in feedback['liked']:
                item['relevance'] += 1
            if item['name'] in feedback['disliked']:
                item['relevance'] -= 1
        return items

# Contoh penggunaan
travel_agent = Travel_Agent()
preferences = {
    "destination": "Paris",
    "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
    "budget": "moderate",
    "interests": ["museums", "cuisine"]
}
travel_agent.gather_preferences(preferences)
itinerary = travel_agent.generate_recommendations()
print("Suggested Itinerary:", itinerary)
feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
updated_items = travel_agent.adjust_based_on_feedback(feedback, itinerary['hotels'])
print("Updated Itinerary with Feedback:", updated_items)

Mencari dengan Niat

Mencari dengan niat melibatkan memahami dan menafsirkan tujuan atau sasaran di balik kueri pengguna untuk mengambil dan menghasilkan informasi yang paling relevan dan berguna. Pendekatan ini melampaui hanya mencocokkan kata kunci dan berfokus pada memahami kebutuhan dan konteks pengguna secara aktual.

Konsep Kunci dalam Mencari dengan Niat

  1. Memahami Niat Pengguna:
    • Niat pengguna dapat dikategorikan menjadi tiga jenis utama: informasional, navigasional, dan transaksional.
      • Niat Informasional: Pengguna mencari informasi tentang topik tertentu (misalnya, “Apa museum terbaik di Paris?”).
      • Niat Navigasional: Pengguna ingin menavigasi ke situs web atau halaman tertentu (misalnya, “Situs resmi Museum Louvre”).
      • Niat Transaksional: Pengguna berniat melakukan transaksi, seperti memesan tiket atau membeli sesuatu (misalnya, “Pesan tiket pesawat ke Paris”).
  2. Kesadaran Konteks:
    • Menganalisis konteks kueri pengguna membantu mengidentifikasi niatnya secara akurat. Ini mencakup mempertimbangkan interaksi sebelumnya, preferensi pengguna, dan detail spesifik dari kueri saat ini.
  3. Pemrosesan Bahasa Alami (NLP):
    • Teknik NLP digunakan untuk memahami dan menafsirkan kueri berbahasa alami yang diberikan oleh pengguna. Ini mencakup tugas seperti pengenalan entitas, analisis sentimen, dan parsing kueri.
  4. Personalisasi:
    • Personalisasi hasil pencarian berdasarkan riwayat, preferensi, dan umpan balik pengguna meningkatkan relevansi informasi yang diambil.

Contoh Praktis: Mencari dengan Niat di Agen Perjalanan

Mari kita lihat Agen Perjalanan sebagai contoh untuk melihat bagaimana pencarian dengan niat dapat diimplementasikan.

  1. Mengumpulkan Preferensi Pengguna

    class Travel_Agent:
        def __init__(self):
            self.user_preferences = {}
    
        def gather_preferences(self, preferences):
            self.user_preferences = preferences
    
  2. Memahami Niat Pengguna

    def identify_intent(query):
        if "book" in query or "purchase" in query:
            return "transactional"
        elif "website" in query or "official" in query:
            return "navigational"
        else:
            return "informational"
    
  3. Kesadaran Konteks

    def analyze_context(query, user_history):
        # Gabungkan kueri saat ini dengan riwayat pengguna untuk memahami konteks
        context = {
            "current_query": query,
            "user_history": user_history
        }
        return context
    
  4. Cari dan Personalisasi Hasil

    def search_with_intent(query, preferences, user_history):
        intent = identify_intent(query)
        context = analyze_context(query, user_history)
        if intent == "informational":
            search_results = search_information(query, preferences)
        elif intent == "navigational":
            search_results = search_navigation(query)
        elif intent == "transactional":
            search_results = search_transaction(query, preferences)
        personalized_results = personalize_results(search_results, user_history)
        return personalized_results
    
    def search_information(query, preferences):
        # Contoh logika pencarian untuk niat informasional
        results = search_web(f"best {preferences['interests']} in {preferences['destination']}")
        return results
    
    def search_navigation(query):
        # Contoh logika pencarian untuk niat navigasi
        results = search_web(query)
        return results
    
    def search_transaction(query, preferences):
        # Contoh logika pencarian untuk niat transaksional
        results = search_web(f"book {query} to {preferences['destination']}")
        return results
    
    def personalize_results(results, user_history):
        # Contoh logika personalisasi
        personalized = [result for result in results if result not in user_history]
        return personalized[:10]  # Mengembalikan 10 hasil teratas yang dipersonalisasi
    
  5. Contoh Penggunaan

    travel_agent = Travel_Agent()
    preferences = {
        "destination": "Paris",
        "interests": ["museums", "cuisine"]
    }
    travel_agent.gather_preferences(preferences)
    user_history = ["Louvre Museum website", "Book flight to Paris"]
    query = "best museums in Paris"
    results = search_with_intent(query, preferences, user_history)
    print("Search Results:", results)
    

4. Menghasilkan Kode sebagai Alat

Agen penghasil kode menggunakan model AI untuk menulis dan menjalankan kode, menyelesaikan masalah kompleks dan mengotomatisasi tugas.

Agen Penghasil Kode

Agen penghasil kode menggunakan model AI generatif untuk menulis dan menjalankan kode. Agen ini dapat menyelesaikan masalah kompleks, mengotomatisasi tugas, dan memberikan wawasan berharga dengan menghasilkan dan menjalankan kode dalam berbagai bahasa pemrograman.

Aplikasi Praktis

  1. Pembuatan Kode Otomatis: Menghasilkan potongan kode untuk tugas tertentu, seperti analisis data, web scraping, atau pembelajaran mesin.
  2. SQL sebagai RAG: Menggunakan query SQL untuk mengambil dan memanipulasi data dari basis data.
  3. Pemecahan Masalah: Membuat dan menjalankan kode untuk menyelesaikan masalah tertentu, seperti mengoptimalkan algoritme atau menganalisis data.

Contoh: Agen Penghasil Kode untuk Analisis Data

Bayangkan Anda sedang merancang agen penghasil kode. Berikut cara kerjanya:

  1. Tugas: Menganalisis dataset untuk mengidentifikasi tren dan pola.
  2. Langkah-langkah:
    • Memuat dataset ke dalam alat analisis data.
    • Menghasilkan query SQL untuk memfilter dan mengagregasi data.
    • Menjalankan query dan mengambil hasilnya.
    • Menggunakan hasil untuk menghasilkan visualisasi dan wawasan.
  3. Sumber Daya yang Dibutuhkan: Akses ke dataset, alat analisis data, dan kemampuan SQL.
  4. Pengalaman: Menggunakan hasil analisis sebelumnya untuk meningkatkan akurasi dan relevansi analisis di masa depan.

Contoh: Agen Penghasil Kode untuk Agen Perjalanan

Dalam contoh ini, kita akan merancang agen penghasil kode, Agen Perjalanan, untuk membantu pengguna merencanakan perjalanan mereka dengan menghasilkan dan menjalankan kode. Agen ini dapat menangani tugas seperti mengambil opsi perjalanan, memfilter hasil, dan menyusun rencana perjalanan menggunakan AI generatif.

Ikhtisar Agen Penghasil Kode

  1. Mengumpulkan Preferensi Pengguna: Mengumpulkan input pengguna seperti tujuan, tanggal perjalanan, anggaran, dan minat.
  2. Menghasilkan Kode untuk Mengambil Data: Menghasilkan potongan kode untuk mengambil data tentang penerbangan, hotel, dan atraksi.
  3. Menjalankan Kode yang Dihasilkan: Menjalankan kode yang dihasilkan untuk mengambil informasi waktu nyata.
  4. Menghasilkan Itinerary: Menyusun data yang diambil menjadi rencana perjalanan yang dipersonalisasi.
  5. Menyesuaikan Berdasarkan Umpan Balik: Menerima umpan balik pengguna dan menghasilkan ulang kode jika diperlukan untuk memperbaiki hasil.

Implementasi Langkah-demi-Langkah

  1. Mengumpulkan Preferensi Pengguna

    class Travel_Agent:
        def __init__(self):
            self.user_preferences = {}
    
        def gather_preferences(self, preferences):
            self.user_preferences = preferences
    
  2. Menghasilkan Kode untuk Mengambil Data

    def generate_code_to_fetch_data(preferences):
        # Contoh: Hasilkan kode untuk mencari penerbangan berdasarkan preferensi pengguna
        code = f"""
        def search_flights():
            import requests
            response = requests.get('https://api.example.com/flights', params={preferences})
            return response.json()
        """
        return code
    
    def generate_code_to_fetch_hotels(preferences):
        # Contoh: Hasilkan kode untuk mencari hotel
        code = f"""
        def search_hotels():
            import requests
            response = requests.get('https://api.example.com/hotels', params={preferences})
            return response.json()
        """
        return code
    
  3. Menjalankan Kode yang Dihasilkan

    def execute_code(code):
        # Jalankan kode yang dihasilkan menggunakan exec
        exec(code)
        result = locals()
        return result
    
    travel_agent = Travel_Agent()
    preferences = {
        "destination": "Paris",
        "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
        "budget": "moderate",
        "interests": ["museums", "cuisine"]
    }
    travel_agent.gather_preferences(preferences)
       
    flight_code = generate_code_to_fetch_data(preferences)
    hotel_code = generate_code_to_fetch_hotels(preferences)
       
    flights = execute_code(flight_code)
    hotels = execute_code(hotel_code)
    
    print("Flight Options:", flights)
    print("Hotel Options:", hotels)
    
  4. Menghasilkan Itinerary

    def generate_itinerary(flights, hotels, attractions):
        itinerary = {
            "flights": flights,
            "hotels": hotels,
            "attractions": attractions
        }
        return itinerary
    
    attractions = search_attractions(preferences)
    itinerary = generate_itinerary(flights, hotels, attractions)
    print("Suggested Itinerary:", itinerary)
    
  5. Menyesuaikan Berdasarkan Umpan Balik

    def adjust_based_on_feedback(feedback, preferences):
        # Sesuaikan preferensi berdasarkan umpan balik pengguna
        if "liked" in feedback:
            preferences["favorites"] = feedback["liked"]
        if "disliked" in feedback:
            preferences["avoid"] = feedback["disliked"]
        return preferences
    
    feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
    updated_preferences = adjust_based_on_feedback(feedback, preferences)
       
    # Regenerasi dan jalankan kode dengan preferensi yang diperbarui
    updated_flight_code = generate_code_to_fetch_data(updated_preferences)
    updated_hotel_code = generate_code_to_fetch_hotels(updated_preferences)
       
    updated_flights = execute_code(updated_flight_code)
    updated_hotels = execute_code(updated_hotel_code)
       
    updated_itinerary = generate_itinerary(updated_flights, updated_hotels, attractions)
    print("Updated Itinerary:", updated_itinerary)
    

Memanfaatkan kesadaran lingkungan dan penalaran

Berdasarkan skema tabel dapat memang meningkatkan proses pembuatan query dengan memanfaatkan kesadaran lingkungan dan penalaran.

Berikut contoh bagaimana ini dapat dilakukan:

  1. Memahami Skema: Sistem akan memahami skema tabel dan menggunakan informasi ini untuk mendasari pembuatan query.
  2. Menyesuaikan Berdasarkan Umpan Balik: Sistem akan menyesuaikan preferensi pengguna berdasarkan umpan balik dan mempertimbangkan bidang mana dalam skema yang perlu diperbarui.
  3. Menghasilkan dan Menjalankan Query: Sistem akan menghasilkan dan menjalankan query untuk mengambil data penerbangan dan hotel yang diperbarui berdasarkan preferensi baru.

Berikut contoh kode Python yang diperbarui yang menggabungkan konsep ini:

def adjust_based_on_feedback(feedback, preferences, schema):
    # Sesuaikan preferensi berdasarkan umpan balik pengguna
    if "liked" in feedback:
        preferences["favorites"] = feedback["liked"]
    if "disliked" in feedback:
        preferences["avoid"] = feedback["disliked"]
    # Penalaran berdasarkan skema untuk menyesuaikan preferensi terkait lainnya
    for field in schema:
        if field in preferences:
            preferences[field] = adjust_based_on_environment(feedback, field, schema)
    return preferences

def adjust_based_on_environment(feedback, field, schema):
    # Logika khusus untuk menyesuaikan preferensi berdasarkan skema dan umpan balik
    if field in feedback["liked"]:
        return schema[field]["positive_adjustment"]
    elif field in feedback["disliked"]:
        return schema[field]["negative_adjustment"]
    return schema[field]["default"]

def generate_code_to_fetch_data(preferences):
    # Hasilkan kode untuk mengambil data penerbangan berdasarkan preferensi yang diperbarui
    return f"fetch_flights(preferences={preferences})"

def generate_code_to_fetch_hotels(preferences):
    # Hasilkan kode untuk mengambil data hotel berdasarkan preferensi yang diperbarui
    return f"fetch_hotels(preferences={preferences})"

def execute_code(code):
    # Simulasikan eksekusi kode dan kembalikan data tiruan
    return {"data": f"Executed: {code}"}

def generate_itinerary(flights, hotels, attractions):
    # Buat rencana perjalanan berdasarkan penerbangan, hotel, dan atraksi
    return {"flights": flights, "hotels": hotels, "attractions": attractions}

# Contoh skema
schema = {
    "favorites": {"positive_adjustment": "increase", "negative_adjustment": "decrease", "default": "neutral"},
    "avoid": {"positive_adjustment": "decrease", "negative_adjustment": "increase", "default": "neutral"}
}

# Contoh penggunaan
preferences = {"favorites": "sightseeing", "avoid": "crowded places"}
feedback = {"liked": ["Louvre Museum"], "disliked": ["Eiffel Tower (too crowded)"]}
updated_preferences = adjust_based_on_feedback(feedback, preferences, schema)

# Hasilkan kembali dan jalankan kode dengan preferensi yang diperbarui
updated_flight_code = generate_code_to_fetch_data(updated_preferences)
updated_hotel_code = generate_code_to_fetch_hotels(updated_preferences)

updated_flights = execute_code(updated_flight_code)
updated_hotels = execute_code(updated_hotel_code)

updated_itinerary = generate_itinerary(updated_flights, updated_hotels, feedback["liked"])
print("Updated Itinerary:", updated_itinerary)

Penjelasan - Pemesanan Berdasarkan Umpan Balik

  1. Kesadaran Skema: Kamus schema mendefinisikan bagaimana preferensi harus disesuaikan berdasarkan umpan balik. Ini mencakup bidang seperti favorites dan avoid, dengan penyesuaian terkait.
  2. Menyesuaikan Preferensi (metode adjust_based_on_feedback): Metode ini menyesuaikan preferensi berdasarkan umpan balik pengguna dan skema.
  3. Penyesuaian Berbasis Lingkungan (metode adjust_based_on_environment): Metode ini menyesuaikan penyesuaian berdasarkan skema dan umpan balik.
  4. Menghasilkan dan Menjalankan Query: Sistem menghasilkan kode untuk mengambil data penerbangan dan hotel yang diperbarui berdasarkan preferensi yang disesuaikan dan mensimulasikan eksekusi query ini.
  5. Menghasilkan Itinerary: Sistem membuat rencana perjalanan yang diperbarui berdasarkan data penerbangan, hotel, dan atraksi yang baru.

Dengan membuat sistem sadar lingkungan dan melakukan penalaran berdasarkan skema, sistem dapat menghasilkan query yang lebih akurat dan relevan, menghasilkan rekomendasi perjalanan yang lebih baik dan pengalaman pengguna yang lebih dipersonalisasi.

Menggunakan SQL sebagai Teknik Retrieval-Augmented Generation (RAG)

SQL (Structured Query Language) adalah alat yang kuat untuk berinteraksi dengan basis data. Saat digunakan sebagai bagian dari pendekatan Retrieval-Augmented Generation (RAG), SQL dapat mengambil data yang relevan dari basis data untuk menginformasikan dan menghasilkan respons atau tindakan dalam agen AI. Mari kita jelajahi bagaimana SQL dapat digunakan sebagai teknik RAG dalam konteks Agen Perjalanan.

Konsep Kunci

  1. Interaksi Basis Data:
    • SQL digunakan untuk query basis data, mengambil informasi relevan, dan memanipulasi data.
    • Contoh: Mengambil detail penerbangan, informasi hotel, dan atraksi dari basis data perjalanan.
  2. Integrasi dengan RAG:
    • Query SQL dihasilkan berdasarkan input pengguna dan preferensi.
    • Data yang diambil kemudian digunakan untuk menghasilkan rekomendasi atau tindakan yang dipersonalisasi.
  3. Pembuatan Query Dinamis:
    • Agen AI menghasilkan query SQL dinamis berdasarkan konteks dan kebutuhan pengguna.
    • Contoh: Menyesuaikan query SQL untuk memfilter hasil berdasarkan anggaran, tanggal, dan minat.

Aplikasi

Contoh: Agen analisis data:

  1. Tugas: Menganalisis dataset untuk mencari tren.
  2. Langkah-langkah:
    • Memuat dataset.
    • Menghasilkan query SQL untuk memfilter data.
    • Menjalankan query dan mengambil hasil.
    • Menghasilkan visualisasi dan wawasan.
  3. Sumber Daya: Akses dataset, kemampuan SQL.
  4. Pengalaman: Menggunakan hasil sebelumnya untuk meningkatkan analisis di masa depan.

Contoh Praktis: Menggunakan SQL di Agen Perjalanan

  1. Mengumpulkan Preferensi Pengguna

    class Travel_Agent:
        def __init__(self):
            self.user_preferences = {}
    
        def gather_preferences(self, preferences):
            self.user_preferences = preferences
    
  2. Menghasilkan Query SQL

    def generate_sql_query(table, preferences):
        query = f"SELECT * FROM {table} WHERE "
        conditions = []
        for key, value in preferences.items():
            conditions.append(f"{key}='{value}'")
        query += " AND ".join(conditions)
        return query
    
  3. Menjalankan Query SQL

    import sqlite3
    
    def execute_sql_query(query, database="travel.db"):
        connection = sqlite3.connect(database)
        cursor = connection.cursor()
        cursor.execute(query)
        results = cursor.fetchall()
        connection.close()
        return results
    
  4. Menghasilkan Rekomendasi

    def generate_recommendations(preferences):
        flight_query = generate_sql_query("flights", preferences)
        hotel_query = generate_sql_query("hotels", preferences)
        attraction_query = generate_sql_query("attractions", preferences)
           
        flights = execute_sql_query(flight_query)
        hotels = execute_sql_query(hotel_query)
        attractions = execute_sql_query(attraction_query)
           
        itinerary = {
            "flights": flights,
            "hotels": hotels,
            "attractions": attractions
        }
        return itinerary
    
    travel_agent = Travel_Agent()
    preferences = {
        "destination": "Paris",
        "dates": "2025-04-01 to 2025-04-10",
        "budget": "moderate",
        "interests": ["museums", "cuisine"]
    }
    travel_agent.gather_preferences(preferences)
    itinerary = generate_recommendations(preferences)
    print("Suggested Itinerary:", itinerary)
    

Contoh Query SQL

  1. Query Penerbangan

    SELECT * FROM flights WHERE destination='Paris' AND dates='2025-04-01 to 2025-04-10' AND budget='moderate';
    
  2. Query Hotel

    SELECT * FROM hotels WHERE destination='Paris' AND budget='moderate';
    
  3. Query Atraksi

    SELECT * FROM attractions WHERE destination='Paris' AND interests='museums, cuisine';
    

Dengan memanfaatkan SQL sebagai bagian dari teknik Retrieval-Augmented Generation (RAG), agen AI seperti Agen Perjalanan dapat secara dinamis mengambil dan menggunakan data relevan untuk memberikan rekomendasi yang akurat dan dipersonalisasi.

Contoh Metakognisi

Jadi untuk mendemonstrasikan implementasi metakognisi, mari buat agen sederhana yang merenungkan proses pengambilan keputusannya saat menyelesaikan masalah. Untuk contoh ini, kita akan membangun sistem di mana agen mencoba mengoptimalkan pilihan hotel, tetapi kemudian mengevaluasi penalarannya sendiri dan menyesuaikan strateginya ketika membuat kesalahan atau pilihan yang kurang optimal.

Kita akan mensimulasikan ini menggunakan contoh dasar di mana agen memilih hotel berdasarkan kombinasi harga dan kualitas, tetapi ia akan “merenungkan” keputusannya dan menyesuaikan sesuai.

Bagaimana ini menggambarkan metakognisi:

  1. Keputusan Awal: Agen akan memilih hotel termurah, tanpa memahami dampak kualitas.
  2. Refleksi dan Evaluasi: Setelah pilihan awal, agen akan memeriksa apakah hotel adalah pilihan “buruk” menggunakan umpan balik pengguna. Jika menemukan bahwa kualitas hotel terlalu rendah, ia merenungkan penalarannya.
  3. Menyesuaikan Strategi: Agen menyesuaikan strateginya berdasarkan refleksinya dengan beralih dari “termurah” ke “kualitas_tertinggi”, sehingga meningkatkan proses pengambilan keputusan di iterasi berikutnya.

Berikut contohnya:

class HotelRecommendationAgent:
    def __init__(self):
        self.previous_choices = []  # Menyimpan hotel yang dipilih sebelumnya
        self.corrected_choices = []  # Menyimpan pilihan yang telah dikoreksi
        self.recommendation_strategies = ['cheapest', 'highest_quality']  # Strategi yang tersedia

    def recommend_hotel(self, hotels, strategy):
        """
        Recommend a hotel based on the chosen strategy.
        The strategy can either be 'cheapest' or 'highest_quality'.
        """
        if strategy == 'cheapest':
            recommended = min(hotels, key=lambda x: x['price'])
        elif strategy == 'highest_quality':
            recommended = max(hotels, key=lambda x: x['quality'])
        else:
            recommended = None
        self.previous_choices.append((strategy, recommended))
        return recommended

    def reflect_on_choice(self):
        """
        Reflect on the last choice made and decide if the agent should adjust its strategy.
        The agent considers if the previous choice led to a poor outcome.
        """
        if not self.previous_choices:
            return "No choices made yet."

        last_choice_strategy, last_choice = self.previous_choices[-1]
        # Mari kita asumsikan kita memiliki umpan balik pengguna yang memberitahu apakah pilihan terakhir baik atau tidak
        user_feedback = self.get_user_feedback(last_choice)

        if user_feedback == "bad":
            # Sesuaikan strategi jika pilihan sebelumnya tidak memuaskan
            new_strategy = 'highest_quality' if last_choice_strategy == 'cheapest' else 'cheapest'
            self.corrected_choices.append((new_strategy, last_choice))
            return f"Reflecting on choice. Adjusting strategy to {new_strategy}."
        else:
            return "The choice was good. No need to adjust."

    def get_user_feedback(self, hotel):
        """
        Simulate user feedback based on hotel attributes.
        For simplicity, assume if the hotel is too cheap, the feedback is "bad".
        If the hotel has quality less than 7, feedback is "bad".
        """
        if hotel['price'] < 100 or hotel['quality'] < 7:
            return "bad"
        return "good"

# Simulasikan daftar hotel (harga dan kualitas)
hotels = [
    {'name': 'Budget Inn', 'price': 80, 'quality': 6},
    {'name': 'Comfort Suites', 'price': 120, 'quality': 8},
    {'name': 'Luxury Stay', 'price': 200, 'quality': 9}
]

# Buat agen
agent = HotelRecommendationAgent()

# Langkah 1: Agen merekomendasikan hotel menggunakan strategi "termurah"
recommended_hotel = agent.recommend_hotel(hotels, 'cheapest')
print(f"Recommended hotel (cheapest): {recommended_hotel['name']}")

# Langkah 2: Agen merenungkan pilihan dan menyesuaikan strategi jika perlu
reflection_result = agent.reflect_on_choice()
print(reflection_result)

# Langkah 3: Agen merekomendasikan lagi, kali ini menggunakan strategi yang telah disesuaikan
adjusted_recommendation = agent.recommend_hotel(hotels, 'highest_quality')
print(f"Adjusted hotel recommendation (highest_quality): {adjusted_recommendation['name']}")

Kemampuan Metakognisi Agen

Kunci di sini adalah kemampuan agen untuk:

Ini adalah bentuk sederhana metakognisi di mana sistem mampu menyesuaikan proses penalaran berdasarkan umpan balik internal.

Kesimpulan

Metakognisi adalah alat yang kuat yang dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan agen AI. Dengan menggabungkan proses metakognitif, Anda dapat merancang agen yang lebih cerdas, adaptif, dan efisien. Gunakan sumber daya tambahan untuk lebih mengeksplorasi dunia metakognisi yang menarik dalam agen AI.

Punya Pertanyaan Lebih Lanjut tentang Pola Desain Metakognisi?

Bergabunglah dengan Microsoft Foundry Discord untuk bertemu dengan pembelajar lain, menghadiri jam kantor dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan AI Agents Anda.

Pelajaran Sebelumnya

Multi-Agent Design Pattern

Pelajaran Berikutnya

AI Agents in Production


Penafian: Dokumen ini telah diterjemahkan menggunakan layanan terjemahan AI Co-op Translator. Meskipun kami berupaya untuk mencapai akurasi, harap diketahui bahwa terjemahan otomatis mungkin mengandung kesalahan atau ketidakakuratan. Dokumen asli dalam bahasa aslinya harus dianggap sebagai sumber yang sah. Untuk informasi penting, disarankan menggunakan terjemahan profesional oleh manusia. Kami tidak bertanggung jawab atas kesalahpahaman atau penafsiran yang keliru yang timbul dari penggunaan terjemahan ini.